waktu yang tak terbatas
kazumi keiko; Garis paras yang merentas sebercak titik sumringah Bidikan binar yang anggun nan megah Siapa kau anak panah yang siap terarah? Aku merenung bak sebuah lukisan patung Tersenyum kagum mendengar cuitan burung, Langitnya tidak lagi begitu mendung , Jiwa nya tak lagi berada didalam kurung, Titik garis bagian bibir yang manis Nan tipis, Kau mengajakku bermain dengan barisan syair yang tak begitu puitis Kau menarikku kedalam sebuah alunan yang berjajar dengan tuan tuan, yang memiliki sebuah kehormatan atas nama kekuasaan juga segala keadaan, baik , kurungkan niatku untuk segera melawan barisan yang tak bisa ku jelaskan, sebab aku adalah mahluk tuhan yang tak mungkin menang hanya dengan bermodalkan rupawan , ataupun sebuah ketenangan, tapi sedikit saja kau harus tau tentang sebuah kebenaran ada beberapa harapan, yang perlahan sedang kuwujudkan, memalui sebuah tulisan, atau sebuah rangkaian yang sulit kau artikan.. ...