waktu yang tak terbatas

kazumi keiko;
Garis paras yang merentas sebercak titik sumringah 
Bidikan binar yang anggun nan megah
Siapa kau anak panah yang siap terarah?
 
Aku merenung bak sebuah lukisan patung
Tersenyum kagum mendengar cuitan burung, 
Langitnya tidak lagi begitu mendung , 
Jiwa nya tak lagi berada didalam kurung,
 
Titik garis bagian bibir yang manis Nan tipis, 
Kau mengajakku bermain dengan barisan syair yang tak begitu puitis
Kau menarikku kedalam sebuah alunan yang berjajar dengan tuan tuan,
 yang memiliki sebuah kehormatan atas nama kekuasaan juga segala keadaan,
 
baik , 
kurungkan niatku untuk segera melawan barisan yang tak bisa ku jelaskan,
sebab aku adalah mahluk tuhan yang tak mungkin menang hanya dengan bermodalkan rupawan , ataupun sebuah ketenangan,
tapi sedikit saja kau harus tau tentang sebuah kebenaran
 ada beberapa harapan,
yang perlahan sedang kuwujudkan,
memalui sebuah tulisan,
atau sebuah rangkaian yang sulit kau artikan..
 
 
berbasis ucapan atau pun sebuah ilustrasi genggaman 
yang menadah kepada tuhan tiap kali ku menyelesaikan seluruh khayalan
yang melewati beberapa ingatan, 
atau yang permisi tinggal hanya untuk memberikan harapan sebuah keinginan.
 
Ini tidak pernah terjeda, 
Tidak pernah tiada, 
Bahkan bukan sebuah drama, 
Ataupun sandiwara semata
 
Aku adalah seorang pengemis semata
Yang Berharap alam semesta dapat mendukung seluruh bidang yang ku pinta,
Tanpa berbincang pada seluruh dunia ,
Tanpa berteriak pada mereka yg perlahan tak ku percaya
 
Tanpa kuhitung berapa lama,
Tak juga ku ingat waktunya,
Karena aku masih tetap membawahi langit untuk menyebutkan namamu,
Sebagai berlianku..
 
Sampai waktu yang takbisa ku sebutkan kapannya,
Sebab memintamu dalam doa adalah sengaja
Yang dulu sempat tak kuduga,
Sampai mendekap pada sebuah waktu yang mulai bermanja

Comments

Popular posts from this blog

Hilang

Lentera

September with you