Posts

Showing posts from September, 2018

Feel!

Aku adalah gelas yang kau pecahkan Remuk hancur, begitu tak beraturan. Aku adalah sebuah kematian rasa Dimana kau adalah pemeran utamanya Kau bunuh sebuah rasa yang ku punya Kau tak bertanggung jawab atas kematian nya Kau pergi meninggalkannya Tanpa mengurusnya, Bahkan kau pergi meninggalkannya Dengan bergelumuran darah yang entah bagaimana aturannya Kau biarkan dia bergeletak tak berdaya Menahan pedihnya terpaan angin Yang sungguh membuat tubuhnya semakin dingin. Kemanakah wahai cinta yang dulu kau ucap? Apakah benar itu hanya sebuah ucap saja? Kemanakah wahai perduli yang menjadi? Apakah benar itu hanya sementara terjadi? Klasik bukan? Semua luka harusnya kau obati. Bukan malah kau racuni lagi. Klasik bukan? Jika aku meminta kau mengobati dengan kau kembali? Oh tiddaaaak! Aku benar benar belum bersedia menyikapi mu lagi. Sudahlah! Bergemuruh dengan badai masalalu tak akan membantu menyembuhkan lukamu. Malah membuat semakin perih saja. Baiklah ! Aku...
Jangan mengenal mas Saya tak ingin dikenal Tak ingin juga mengenal. Biarkan aku menjadi sebuah tanda tanya Dan kau jangan pernah menjadi jawabannya Biarkan aku berseru mas Tanpa harus kau menyerunya Biarkan aku menjadi koma Selalu menjeda dari deraian air matamu yang jatuh tanpa sebabnya Dan biarkan aku yang menjadi titik. Mengakhiri semua yang kau kenal. Jangan menyentuh hidup ku mas. Kau tak tau berapa penyesalan yang akan kau dapat karenaku Percayalah menyesal tak seenak saat kau memulainya mas. Jadi ku peringatkan berhenti mengenalku. Atau kau akan berlangganan dengan pil penyesalan yang bisa saja membuat mu over dosis ! 

Tentang ayahKu

Pak . Hari ini kau perlihatkan lagi cucuran deras keringat mu tepat didepan bolamataku Titik peluh yang tepat di dahi mu Kerutan garis yang perlahan melukis wajah mu Pak rasanya ingin ku ambil sapu tangan dikantong ini Lalu ku usap tepat diwajah mu. Ingin sekali ku bisikan kata cinta yang lebih puitis untukmu Namun apa dayaku? Gengsi mengalahkan ku pak. Aku terlalu jahat untuk semua perjuanganmu Pak sungguh aku adalah dewasa yang kau anak kecilkan tiap detik. Pak sungguh aku adalah mutiara yang kau bungkus sepanjang waktu Pak sungguh aku adalah kesayanganmu Pak berapa kata maaf yang sanggup kulontarkan? Untuk kesalahan yang kubuat? Hanya air mata yang menderai tiada guna Kau tak hanya bukti cinta Tapi kau adalah segala daya Semoga doaku mencukupkanmu dalam diamku pak Semoga diamku tak selalu membuatmu bertanya tanya pak ;( I am sorry for everything. Make me strong dad ♡ i love you..

Rindu terus yang dibahas ;)

Image
Simpan rindu Tutup rapat Beri waktu Untuk sesaat Kau bilang hatiku kelabu Selalu merindu Padanya masalaluku Kau bilang aku berdusta Masih mencinta kepadanya Dan aku tak tau Aku tak pernah mencari lagi arti sebuah rindu Bukan sebab dia masalaluku . Yang menyakiti hatiku Tapi karena aku tau Merindu bukan tepat pada waktu Hanya akan menyisakan sebuah kelabu Membuat hati gelisah tak menentu Bergantung pada sebuah ketidakpastian yang kurasa kau juga tau. 

Masalalu;)

Apa kau punya rindu? Lalu? Boleh kah aku bertanya siapa rindu mu itu? Apa dia yang berada di masalalumu? Atau mungkin dia yang baru? Menyentuh sedikit hatimu? Memberi percikan asmara di harimu? Lalu bagai mana? Dengan si dia yang ada di masalalumu? "Hati ku berkata" Hai masalalu aku sudah tak mengharap kan mu lagi. Pergilah jika memang kau ingin pergi. Kurelakan hati yang pernah kau khianati. Dan kurelakan hariku yang pernah kau isi. Berjanjilah untuk tak mengulangi kesalahan mu lagi. Cukup aku yang kau lukai. Hai masalalu. Sungguh logikaku sudah tak menginginkanmu lagi. Jadi berbahagia lah dengannya yang kau pilih. Aku disini tetap disini bukan untuk mu atau untuk siapapun tapi untuk diriku sendiri Terimakasih wahai masalaluku Cara mu melukai selalu menjadi nada alarm tersendiri. Terimakasih wahai masalaluku karenamu aku bisa belajar menjadi diriku sendiri. Dan terimakasih untuk mu masalaluku telah memberi sedikit hati untuku Kini akan ku kembali...

Rindu dan dewasa itu bukan 2 hal yang sama

Katanya masalalu Tapi ko masih merindu? Bilangnya sih rindu itu berat Tapi ko dia masih saja kuat? Katanya dia menyakiti hati? Tapi ko sampai kini Masih bisa cinta mati? Ternyata benar ya kak, Orang dewasa itu aneh Mereka berbicara  Namun tak pernah sinkron Mereka berbicara  Namun selalu melawan arah Berbanding terbalik dengan faktanya Dan ternyata benar juga ya kak Orang dewasa itu aneh Bertindak! Pura pura melupa Padahal nyatanya mereka semakin terluka

Kau tau? Apa hanya sotau.

Kata orang aku Adalah pribadi yang membingungkan Selalu penuh pertanyaan Dan mengaliri sebuah sapaan Lewat beberapa senyuman. Kata orang aku adalah gila yang mendalam Sebuah kekacawan yang merendam Aku tak tau apa arti dari segala pikiran Arti sebuah pandangan Yang jelas, ku tau Tak semua mereka tau tentangku Hati ku? Rasaku? Hidupku? Dan kisahku. Sungguh mereka hanyalah menilai ku dengan cara mereka memandang, bukan cara mereka mengenal, Kau tau? Luka yang dalam terjadi bukan saat kau patah hati. Tapi disaat hatimu tak bisa berhenti membenci Apa yang sedang terjadi.

Kelabu diatas masalalu

Image
Halo Malam.. Perkenalkan , aku adala hati yang patah. Hati yang pernah patah. Atau mungkin lebih tepatnya hati yang dibuat patah? Halo malam? Boleh ku menyebut namanya?? Bukan atas sebab dia yang membuatku remuk, tanpa alasan.. Tetapi karena membuatku semakin kuat. Masih boleh aku pinjam namanya? Bukan untuk ku ingat bagaimana caranya menyakitiku? Tapii untuk kuingat bagaimana caranya mencintaiku? Boleh kah aku sedikit saja berfikir? Berfikir tentangnya? Bukan caranya membisu meninggalkanku tanpa kata, Tapi bagaimana caranya membuatku tersenyum? Setiap harinya? Sebelum ia pergii.. :( Boleh kah aku ? Hanya sekedar memejam kan mata? Lalu mengingatnya , raut wajahnya yang manis? :) . Hahaha❣😢 Hanya saja terkadang ilusi yang padat terulang lagii ? Menghayal seakan menjadi tuan putri dengan sang pujaan hati :( yang akan bersatu melalui likaliku hidup? Yang berkali kali membuatku menghela nafas. Dan memikirkan ayolah sayang lupakan dia yang tak sedikitpun untuk menginga...