Mas apa kabar? Lama rasanya kita tak bertegur sapa.. Kulupa bagaimana cara kita bersama? Tertawa tawa sampai bercengkrama menahan rasa.. Mas aku rindu? Apa kabarmu.. Mau kah kau datang menjumpaiku . Membawa secarik kertas dengan tulisan i love you? Mas aku rindu,, Mengapa kabarmu kini ditelan oleh sang waktu? Yang membelenggu sebuah rinduku.. Andai dia si rindu berbentuk gelas kaca. Maka akan ku banting, ku hancurkan, ku pecahkan sampai dia tak berbentuk lagii.. Andai dia si rindu berbentuk wujud maka akan ku habisi dia dengan tanganku sendiri. Karena sungguh mas kini melihatmu dari kejauhan sudah tak nyaman. Rasanya aku ingin ada disampingmu. Untuk pertama kali ;)
Posts
Showing posts from October, 2018
- Get link
- X
- Other Apps
hay puisiku .. apa kabarmu hari ini ?.. apa masih bisa kubaca kau dengan keadaan ku seperti ini? hay puisiku ? bagaimana keadaan mu kala ini?.. akan kah kau terhenti kembali? hanya karena si aku yang terlukai? hay puisiku.. ada apa dengan mu hari ini ? kenapa kau terlihat berantakan sekali? hay puisiku kenapa kau terlihat seperti mati? apa kau benar ingin mati kembali, ku harap tidak lagi... karena aku masih punya segudang emosi yang hanya mampu kutuangkan melalui diksi.. hay puisiku.. maukah kau berjanji kepadaku untukku untuk menjadi temanku dalam keterpurukan? bahkan kebahagiaan? karena sungguh aku lebih memilih menuliskannya menjadi bentukmu darpada harus membicarakannya pada mereka, yang sekali lagi taakan pernah mengerti jadi aku.... -geSastra
-
- Get link
- X
- Other Apps
Ku tatap sebuah bola mata Yang kurasa indah. Namun penuh tanda tanya. Ingin ku sapa tatapannya Dengan kata hay. Namun siapa lah aku? Hanya bisa berencana Setiap malam wajah mu datang Menghantui bayang bayang Yang tak bisa ku tepikan Lelucon macam apa ini? Kau menghantui tanpa henti Tak pernah mau pergi. Menakut nakuti hati Akan sebuah kehilangan lagi Dan kurasa kau pun akan pergi Meninggalkan ku sendiri lagi Dengan luka yang sedikit perih.
Tidak ada judul (1)
- Get link
- X
- Other Apps
Aku pernah menyanjung Sampai akhirnya aku tersandung Masuk kedalam selubung Yang lagi tak bisa ku bendung. Aku pernah memuji Hingga aku diludahi Terperangkap mati Didalam jeruji besi Aku pernah menghormati Meski sempat dia sakiti Dengan menusukkan sebuah duri Kau adalah belati Yang menancapkan duri Sampai ku menyerah diri Kau adalah duri yang tepat menancap dihati. Sampai aku mencaci diri. Membenci kenyataan yang terjadi Mengusut segala untuk pergi. Apa aku yang egois? Karena salah aku mengalah. Karena bodoh aku mencemooh Padahl jelas ini bukan salah ku? Dan bukan salahnya.
Bukan kau yang baru atau dia sang masalalu
- Get link
- X
- Other Apps
Seketika rinduku berubah menjadi namamu Aku berfikir kembali Apakau adalah rindu baru yang akan ku singgahi Ataukah rindu terakhir yang selama ini ku nanti? Berbicara tentang hati aku mengalah kembali Karena sungguh menangpun takan ada yang perduli. Berbicara tentang hati memang aku yang akan membisu Memendam segala rindu Yang ku buat untukmu.. Rindu? Kamu? Kelabu? Selalu? Akan ku pertanggun jawabkan untuk diriku Sungguh luka pun akan menjadi sebuah resiko. Karean apada dasarnya kamu adalah resiko yang berani kuambil. Berfikir tentang patah hati? Aku sudah berulangkali Dan jujur sudah tak mau lagi. Merasa ingin selalu sendiri. Entah lah kemana rasa ini pergi. Yang tersisa hanya puing rindu Dan selebihnya hanya rasa terbelenggu