Tidak ada judul (1)

Aku pernah menyanjung
Sampai akhirnya aku tersandung
Masuk kedalam selubung
Yang lagi tak bisa ku bendung.

Aku pernah memuji
Hingga aku diludahi
Terperangkap mati
Didalam jeruji besi

Aku pernah menghormati
Meski sempat dia sakiti
Dengan menusukkan sebuah duri

Kau adalah belati
Yang menancapkan duri
Sampai ku menyerah diri

Kau adalah duri yang tepat menancap dihati. Sampai aku mencaci diri.
Membenci kenyataan yang terjadi
Mengusut segala untuk pergi.

Apa aku yang egois?
Karena salah aku mengalah.
Karena bodoh aku mencemooh
Padahl jelas ini bukan salah ku? Dan bukan salahnya.

Comments

Popular posts from this blog

Hilang

Lentera

September with you