Feel!
Aku adalah gelas yang kau pecahkan
Remuk hancur, begitu tak beraturan.
Aku adalah sebuah kematian rasa
Dimana kau adalah pemeran utamanya
Kau bunuh sebuah rasa yang ku punya
Kau tak bertanggung jawab atas kematian nya
Kau pergi meninggalkannya
Tanpa mengurusnya,
Bahkan kau pergi meninggalkannya
Dengan bergelumuran darah yang entah bagaimana aturannya
Kau biarkan dia bergeletak tak berdaya
Menahan pedihnya terpaan angin
Yang sungguh membuat tubuhnya semakin dingin.
Kemanakah wahai cinta yang dulu kau ucap?
Apakah benar itu hanya sebuah ucap saja?
Kemanakah wahai perduli yang menjadi?
Apakah benar itu hanya sementara terjadi?
Klasik bukan? Semua luka harusnya kau obati.
Bukan malah kau racuni lagi.
Klasik bukan? Jika aku meminta kau mengobati dengan kau kembali?
Oh tiddaaaak!
Aku benar benar belum bersedia menyikapi mu lagi.
Sudahlah! Bergemuruh dengan badai masalalu tak akan membantu menyembuhkan lukamu. Malah membuat semakin perih saja.
Baiklah ! Aku pergi saja.
Dengan jiwa dan raga yang masih bergelumuran darah.
Baiklah , aku akan pergi .
Agar kau tak terkena darah ku setetespun!
Baiklah . Akan ku kubur rasaku sendiri !
Baiklah aku pergii , aku pergi, aku pergi.
Kuharap ilusimu tak lagi menghampiri.
Remuk hancur, begitu tak beraturan.
Aku adalah sebuah kematian rasa
Dimana kau adalah pemeran utamanya
Kau bunuh sebuah rasa yang ku punya
Kau tak bertanggung jawab atas kematian nya
Kau pergi meninggalkannya
Tanpa mengurusnya,
Bahkan kau pergi meninggalkannya
Dengan bergelumuran darah yang entah bagaimana aturannya
Kau biarkan dia bergeletak tak berdaya
Menahan pedihnya terpaan angin
Yang sungguh membuat tubuhnya semakin dingin.
Kemanakah wahai cinta yang dulu kau ucap?
Apakah benar itu hanya sebuah ucap saja?
Kemanakah wahai perduli yang menjadi?
Apakah benar itu hanya sementara terjadi?
Klasik bukan? Semua luka harusnya kau obati.
Bukan malah kau racuni lagi.
Klasik bukan? Jika aku meminta kau mengobati dengan kau kembali?
Oh tiddaaaak!
Aku benar benar belum bersedia menyikapi mu lagi.
Sudahlah! Bergemuruh dengan badai masalalu tak akan membantu menyembuhkan lukamu. Malah membuat semakin perih saja.
Baiklah ! Aku pergi saja.
Dengan jiwa dan raga yang masih bergelumuran darah.
Baiklah , aku akan pergi .
Agar kau tak terkena darah ku setetespun!
Baiklah . Akan ku kubur rasaku sendiri !
Baiklah aku pergii , aku pergi, aku pergi.
Kuharap ilusimu tak lagi menghampiri.
Comments
Post a Comment