Dear Rakaku;

Dear raka


1 demi 1 detik waktu yang kutunggu
Namun kau masih begitu
diam tak mau tau,
membisu tanpa mau memberitahu
alasan sikapmu yang begitu,

kadang jelas nyaring,
 kuperhatikan dikejauhan
 dalam kesunyian juga sebuah lamunan ,
puisi puisi itu lenyap tak karuan,
dimakan masa yang tak jelas perginya..

senyum yang dulu selalu kulihat kini ikut lenyap bersama harapan yang tak sengaja ku buat .

Lalu bagaimana aku kali ini? Irikah dengan semua suara manis yang kau lontarkan namun bukan aku?
 Aku yang bertanya seolah tak pernah ku dengar?
Malah sengaja tertawa lalu memalingkan segala raut muka?

Aku bukan si jatuh cinta yang baik , beberapa orang bilang aku si egois yang menperbesar gengsi hanya untuk hargadiri.

 Yha begitupula dengan cemburuku , aku sangat bisa menyembunyikan perasaanku dengan sempurna tapi tidak dengan diriku juga, ahli dalam membohongi diri sendiri?
 Kurasa takan mungkin untuk kali ini.
 ini aku kuharap kita tidak menjadi sebuah asing yang saling mengenal.
Jika memang harus terjadi sebuah keasingan, asinglah jangan sampai kau tau namaku kembali, lupakan sebuah drama yang tak sengaja pernah terjadi :)

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hilang

Lentera

September with you